Soto Buntut Choirul Juanda

Malam itu, pesawat Garuda dari Jakarta dengan nomor penerbangan GA326 yang saya naiki mendarat mulus di bandara internasional Juanda Surabaya sekitar pukul 22.00 WIB. Seperti kunjungan sebelumnya, kedatangan saya beserta seorang teman adalah dalam rangka tugas di lingkup provinsi Jawa Timur yang kegiatannya dipusatkan di kota Surabaya. Setelah mendarat, saya berdua dengan teman segera menuju terminal kedatangan karena malam itu ada penjemputan dari pihak panitia dengan fasilitas mobil rental.

Setelah masuk mobil, rekan saya mengusulkan sebelum ke hotel untuk kuliner dulu karena perut terasa lapar, maklum belum diisi sejak siang tadi. Tapi mau kuliner apa dan dimana malam-malam begini …? Pengemudi mobil rental yang menjemput memberikan usulan, bahwa di sekitar terminal 2 bandara Juanda, ada beberapa tempat kuliner yang bisa menjadi pilihan, lokasinya tidak terlalu jauh, disepanjang jalan akses masuk terminal 2 Juanda. begitu keluar bandara melalui jalan arteri kita akan melewati daerah perkantoran, hotel dan tempat-tempat makan. Menurut pengemudi, ada soto yang enak dan buka sampai malam katanya, kami pun setuju.

s
soto buntut Choirul


Akhirnya, malam itu pilihannya adalah sop buntut atau soto buntut Choirul yang berlokasi di Jl. Delta Mandala tepatnya sebelah kantor karantina ikan atau disamping hotel Beklin yang masih masuk kawasan Juanda. Warung makan Soto Choirul ini jika dilihat dari bangunan nya memang cukup sederhana, namun sajian soto nya konon sangat enak dan terkenal. Jika di siang hari, warung ini banyak didatangi pelanggan, bahkan banyak diantaranya yang harus mengantri untuk makan di sana. Tapi kali ini karena sudah jam 22.00 tentu saja tidak perlu antri, dan kami langsung dilayani.



Tak lama setelah kami duduk di deretan bangku panjang, pesanan pun segera datang yang disajikan dalam mangkok, tanpa nasi tentunya karena nasinya sudah tersedia di meja sehingga pengunjung bisa mengambil sesuai dengan keinginan. Tak ingin ber lama-lama, setelah mengambil sendok, saya segera mencicipi sotonya mumpung masih hangat. Wow ….. lumayan enak, seperti nya ada sensasi tersendiri ketika menyantap sotonya. Enak atau lapar ya ….?

“Mau nambah lagi soto nya?” kata teman saya setengah meledek. “Porsinya besar, tak mungkin berani nambah” jawab saya sambil menunjukkan isi mangkok yang penuh dengan buntut. “Mau nambah ….gak?” kata saya balik bertanya, hehehe ….. sama-sama tidak berani nambah, bahkan pengemudi yang terlihat masih cukup muda usianya juga tidak berani nambah. “Sudah malam pak, tidak berani makan berat terlalu banyak” katanya. Hehehe…….., 

Karena malam itu sepi pengunjung, maka saya agak leluasa untuk bisa ngobrol secara langsung dengan cak Choirul. Ketika ditanyakan soal harga, menurutnya harga yang ditawarkan di warungnya cukup wajar, dan umumnya sama dengan harga-harga ditempat lain yang setara. Untuk soto buntut dihargai sebesar Rp. 45 ribu, Soto daging Rp.30 rb, sedangkan untuk kikil seharga Rp.45 ribu. Selain itu juga disediakan nasi putih yang tersedia dalam bungkusan daun pisang seharga Rp.5 ribu, Sedangkan untuk minuman dibanderol dengan harga 5 ribu Rupiah untuk jeruk, dan 5 ribu Rupiah untuk teh.

Selain itu, cak Choirul juga menceritakan bahwa awalnya dia ikut orang selama 5 tahun sebelum akhirnya membuka usaha sendiri ditempat yang sekarang ini. Menurutnya, warungnya berdiri sejak tahun 2000 dan buka selama 24 jam alias tidak pernah tutup. Jadi kapan saja anda datang kesini, warungnya tetap buka. Jika anda baru saja mendarat dan keluar dari terminal 2 Juanda, tentunya anda bisa langsung mampir kesini. Jika tidak ingin antri, lebih baik datang pada waktu malam hari, dijamin tidak perlu antri dan pastinya tidak perlu kepanasan.





Karena laris, tentu saja dalam sehari, warungnya bisa menghabiskan sekitar 150 kilogram buntut, 30 kilogram daging dan 20 kilogram kikil. Sedangkan untuk melayani pelanggan, pria asli Sampang ini mempekerjakan sekitar 20 orang pegawai, mulai dari kegiatan di dapur hingga pelayanan kepada para pembeli. Mau coba ? silahkan datang ke Juanda. (Juli 2018)***





Tidak ada komentar:

Posting Komentar